Feeds:
Pos
Komentar

MULAI LAGI

Lama sekali saya tidak menulis di dalam blog ku ini. Karena alasan kesulitan mendapatkan sinyal dan kepadatan aktifitas pekerjaan utama, sehingga kebiasaan menulis jadi terhenti.  Bahkan dunia puisipun lama sekali tidak aku geluti.  Sesekali waktu aku menulis kalimat dalam bentuk puisi ketika aku kirim email kepada rekan kerja. Tapi tulisan-tulisan itu belum aku himpun juga.

Untuk kali ini ini, saya hanya membuka pintu memutus kebuntuan yang selama ini terjadi. Kebetulan saya diajari untuk memanfaatkan HP saya untuk dijadikan sebagai modem. Ternyata hal ini sangat membantu. Dengan tulus hati saya mengucapkan terima kasih kepada sahabatku, ‘Hantia’ Handoko. Terima kasih bro! Aku sudah bisa internetan di rumah.

Untuk sementara itu dulu. Semoga akan lekas disusul dengan tulisanku yang baru.

Salam.

Mencari Bintang

Malam itu telah larut. Dr Brillian menuju tempat istirahat yang empuk. Aku membuka pintu, mengikuti kata hati, “Menceri Bintang”.  Kupandang langit yang gulita. Ku amati malam yang sunyi. Langkah kakiku menuju pos security.

Tegur sapa, tanya dan jawab. Tema yang tidak jauh, tentang diri manusia. Ternyata untuk merubah dunia, kita cukup merubah dirikita sendiri. Untuk merubah segalanya, ternyata yang perlu dirubah adalah diri kita sendiri.

Bagaimana dan seperti apa untuk merubah diri kita? Ternyata ada “Cahaya Hati”.  Disitulah kami menemukan Cahaya Hati. Ketika aku pulang, sang dokterpun masih terjaga. “Sudah kaudapatkan bintang itu?” dan terciptalah puisi yang ada dibawah ini.

Selamat menikmati.

Bagi yang mau menuliskan komentar, silahkan ditulis pada kolom yang ada.

Terima kasih.

TIADA APA APA

Pulang dari cuti membuat puisi. Anggaplah oleh-oleh dariku untuk para pembaca puisi oomtri. Judul Tiada Apa Apa.  Seperti apa maknanya?  Silahkan untuk di baca dan diberi makna sesuai dengan kata hati para pembaca.  Selamat membaca.

 

 

Ada keinginan untuk berkomentar. Silahkan ditulis saja. Jujur apa adanya akan lebih baik bagi semuanya. Selamat memberi komentar.

* Catatan: Gambar diambil dari sample my picture di sebuah komputer. Semoga tiada yg keberatan atas penempatan gambar tersebut dalam puisi tiada apa apa.

KEMUNGKINAN

Tanpa sengaja saya menemukan puisi yang belum selesai. Puisi itu berjudul “Kebohongan”, dan kemungkinan dibuat di Aceh. Iseng-iseng, aku melanjutkan puisi itu. Dan judul puisi sekarang adalah, “Kemungkinan”. Seperti apa isi puisi “Kemungkinan”…? Silahkan dibaca dan diresapinya. Selamat menikmati puisi dari omtri.

PUISI DEBUS

Debus kesenian tradisional yang ada di banyak tempat di wilayah Nusantara. Omtri pernah menyaksikan di kemukiman Beutong Ateuh, kecmatan Beutong kabupaten Nagan Raya, propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Dari sebuah potret terinspirasilah sebuah puisi. Semoga para pembaca bisa menikmatinya. Sealamat membaca.

KEMANA CINTA

Mengambil sisi positif kadang ada manfaatnya. Hidup ini kadang terasa penat. Ada juga yang merasa galau. Ketidak nyamanan yang dikelola dengan baik kadang bermanfaat. Dari pada gundah, kenapa tidak membuat puisi ? Mungkin sebuah kesia-siaan yang bermanfaat. Bagi penulis atau bagi si pembaca. Untuk yang satu ini saya tidak banyak komentar. Silahkan dinikmatisaja puisi yang ada. Selamat membaca puisi “kemana cinta”.

Jiwa Yang Merdeka.

Jika mata adalah jendela hati. Maka tertawa adalah suara hati. Tertawa yang tanpa beban enak di dengarkan. Tertawa yng penuh dengan kejujuran. Dari suara tawanya aku jadi tahu bagaimana isi hati/jiwanya. Dan dengan melihat foto orang tertawa, munculah inspirasi untuk membuat puisi. Puisi Jiwa Yang Merdeka. Amat berat menuturkan atau memaparkan jiwa yang merdeka. Dan hasilnya adalah seperti puisi yang saya unggah dibawah ini. Entah apa isinya aku tidak peduli. Puisi Jiwa Yang Merdeka sudah tertulis. Dan selanjutnya di unggah dalam blog untuk bisa dibaca siapa saja yang mau. Jika saudara mau silahkan baca puisi Jiwa Yang Merdeka. Selamat membaca.